Tugas Sofskil : Pendidikan Kewarganegaraan
Nama : Halimatussa’diah
Kelas : 2 ID01
NPM : 30408407
Tema : Perjanjian di Perbatasan Negara
Perjanjian Perbatasan Laut Indonesia dan Singapura
Indonesia adalah Negara Kepulauan dengan jumlah pulaunya sebanyak 17.508 pulau. Sebagai Negara Kepulauan Indonesia mempunyai panjang pantai seluas 80.791 Km. Indonesia juga memiliki luas wilayah yang termasuk dalam batas ZEE seluas 7,7 juta Km dan luas lautan sebesar 5,8 juta Km. Perbandingan luas wilayah darat dan laut adalah 1 : 3.
Pada perbatasan wilayah laut, Negara Kepulauan Indonesia berbatasan dengan 10 negara. Kesepuluh Negara tersebut adalah Negara India, Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, Philipina, Palau, PNG, Australia, Timor Lorosae.
Salah satu perbatasan yang telah dimuat dalam sebuah perjanjian adalah perbatasan laut antara Negara Indonesia dengan Negara Singapura. Pemerintah Indonesia dan Singapura menandatangi perjanjian perbatasan laut kedua Negara ini untuk perbatasan pada segmen barat.
Perjanjian yang ditandatangani ini adalah perjanjian laut pada bagian barat di dekat Tuas, Pulau Nipa. Perjanjian ini sebelumnya telah ditandatangani pada 25 Mei 1973. Langkah selanjutnya setelah perjanjian ini telah disepakati adalah penyelesaian batas kedua Negara di segmen timur 1 dan timur 2 yang perlu dirundingkan.
Segmen timur 1 adalah di wilayah Batam-Changi dan segmen timur 2 adalah wilayah sekitar Bintan-South Ledge/Middle Rock/Pedra Branca yang masih menunggu hasil negosiasi lebih lanjut Singapura-Malaysia pasca keputusan ICJ.
Keberhasilan kesepakatan perjanjian ini adalah hasil dari proses delapan putaran perundingan yang dilakukan oleh Negara Indonesia dan Negara Singapura sejak tahun 2005. Penentuan batas perbatasan tersebut ditentukan dengan menggunakan hokum Internasional.
Hukum Internasional yang digunakan adalah berdasarkan Konvensi Hukum Laut (Konvensi Hukla) 1982, di mana kedua negara adalah pihak pada konvensi. Dalam menentukan garis batas laut wilayah itu, Indonesia menggunakan referensi titik dasar (basepoint) Indonesia di Pulau Nipa serta garis pangkal kepulauan Indonesia (archipelagic baseline) yang ditarik dari Pulau Nipa ke Pulau Karimun Besar.
Dengan demikian batas pada perbatasan segmen barat antara Negara Indonesia dan Negara Singapura telah jelas. Hal ini dapat memberikan kontribusi yang baik antara kedua belah pihak pada kedua Negara agar tidak terjadi kesalahpahaman tentang batas Negara masing-masing. Sehingga diharapkan dapat menciptakan hubungan bilateral yang baik pada kedua Negara.
Sumber:
http://nttonlinenews.com
Depkimpraswil,2002, Strategi dan Konsepsi Pengembangan Kawasan Perbatasan Negara. Jakarta.
http://buletinlitbang.dephan.go.id
Senin, 19 April 2010
Masalah Perbatasan
Tugas Sofskil : Pendidikan Kewarganegaraan
Nama : Halimatussa’diah
Kelas : 2 ID01
NPM : 30408407
Tema : Persoalan / Masalah tentang Perbatasan
Masalah Perbatasan
Perbatasan negara adalah wujud dimana suatu Negara dapat dilihat kedaulatannya. Perbatasan Negara mempunyai benyak peranan penting dalam kehidupan bangsa. Misalnya dapat digunakan untuk memanfaatkan SDA (Sumber Daya Alam), menjaga keamanan, dan juga dapat digunakan sebagai perwujudan keutuhan wilayah sebuah Negara.
Ada beberapa hal yang dapat digunakan untuk menentukan batas Negara, misalnya proses histories atau sejarah Negara itu, penentuan melalui bidang politik, dan juga penentuan dengan hukum nasional ataupun hukum internasional. Pada konstitusi dalam suatu Negara biasanya juga sering dicantumkan penentuan batas wilayah.
Negara Indonesia dalam hal ini juga berbatasan langsung dengan beberapa Negara. Dengan posisi Indonesia sebagai Negara yang berbatasan langsung baik darat ataupun laut dengan Negara lain inilah yang menyebabkan Negara Indonesia mempunyai karakteristik perbatasan yang rawan sengketa dengan Negara tetangga.
Banyak sengketa ataupun masalah-masalah perbatasan Negara Indonesia yang sampai saat ini belum terselesaikan. Sengketa ataupun permasalahan tersebut antara lain, masalah perbatasan antara Pulau Rondo yang berbatasan dengan India, masalah perbatasan antara Pulau Berhala, dan Sebatik dengan Malaysia, masalah perbatasan antara Pulau Sekatung dengan Vietnam, masalah perbatasan antara Pulau Miangas dengan Philipina, dan masalah perbatasan antara Pulau Batek dengan Timor Leste.
Hal-hal yang dapat digunakan untuk menyelesaikan persoalan tersebut ada berbagai macam. Misalnya pendekatan secara diplomasi, yaitu bagaimana upaya kita dalam memperjuangkan kepentingan nasional dengan pihak negara lain. Cara lainnya yaitu peningkatan kesejahteraan masyarakat perbatasan dan pengamanan yang kuat.
Sehingga untuk menegakkan kedaulatan dan menjaga keutuhan wilayah NKRI, maka batas Negara Indonesia perlu segera diselesaikan semua sengketa ataupun permasalan-permasalahan perbatasan melalui proses- proses tersebut. Baik proses diplomasi, peningkatan kesejahteraan masyarakat perbatasan dan pengamanan yang kuat.
Sumber :
http://www.mimbar-opini.com
Depkimpraswil,2002, Strategi dan Konsepsi Pengembangan Kawasan Perbatasan Negara. Jakarta.
http://buletinlitbang.dephan.go.id
Nama : Halimatussa’diah
Kelas : 2 ID01
NPM : 30408407
Tema : Persoalan / Masalah tentang Perbatasan
Masalah Perbatasan
Perbatasan negara adalah wujud dimana suatu Negara dapat dilihat kedaulatannya. Perbatasan Negara mempunyai benyak peranan penting dalam kehidupan bangsa. Misalnya dapat digunakan untuk memanfaatkan SDA (Sumber Daya Alam), menjaga keamanan, dan juga dapat digunakan sebagai perwujudan keutuhan wilayah sebuah Negara.
Ada beberapa hal yang dapat digunakan untuk menentukan batas Negara, misalnya proses histories atau sejarah Negara itu, penentuan melalui bidang politik, dan juga penentuan dengan hukum nasional ataupun hukum internasional. Pada konstitusi dalam suatu Negara biasanya juga sering dicantumkan penentuan batas wilayah.
Negara Indonesia dalam hal ini juga berbatasan langsung dengan beberapa Negara. Dengan posisi Indonesia sebagai Negara yang berbatasan langsung baik darat ataupun laut dengan Negara lain inilah yang menyebabkan Negara Indonesia mempunyai karakteristik perbatasan yang rawan sengketa dengan Negara tetangga.
Banyak sengketa ataupun masalah-masalah perbatasan Negara Indonesia yang sampai saat ini belum terselesaikan. Sengketa ataupun permasalahan tersebut antara lain, masalah perbatasan antara Pulau Rondo yang berbatasan dengan India, masalah perbatasan antara Pulau Berhala, dan Sebatik dengan Malaysia, masalah perbatasan antara Pulau Sekatung dengan Vietnam, masalah perbatasan antara Pulau Miangas dengan Philipina, dan masalah perbatasan antara Pulau Batek dengan Timor Leste.
Hal-hal yang dapat digunakan untuk menyelesaikan persoalan tersebut ada berbagai macam. Misalnya pendekatan secara diplomasi, yaitu bagaimana upaya kita dalam memperjuangkan kepentingan nasional dengan pihak negara lain. Cara lainnya yaitu peningkatan kesejahteraan masyarakat perbatasan dan pengamanan yang kuat.
Sehingga untuk menegakkan kedaulatan dan menjaga keutuhan wilayah NKRI, maka batas Negara Indonesia perlu segera diselesaikan semua sengketa ataupun permasalan-permasalahan perbatasan melalui proses- proses tersebut. Baik proses diplomasi, peningkatan kesejahteraan masyarakat perbatasan dan pengamanan yang kuat.
Sumber :
http://www.mimbar-opini.com
Depkimpraswil,2002, Strategi dan Konsepsi Pengembangan Kawasan Perbatasan Negara. Jakarta.
http://buletinlitbang.dephan.go.id
Selasa, 02 Maret 2010
Perubahan Sosial dan Kebudayaan
Tugas Softskil Minggu ke-4
Tema : Bebas
“Perubahan Sosial dan Kebudayaan”
Perubahan kebudayaan adalah perubahan yang terjadi pada unsur-unsur kebudayaan karena adanya perubahan pola berfikir masyarakat Indonesia yang menjadi pendukung kebudayaan. Kebudayaan dan masyarakat mempunyai hubungan yang sangat erat. Masyarakat tidak mungkin hidup tanpa kebudayaan dan kebudayaan hanya mungkin ada dalam masyarakat sehingga masyarakat dan kebudayaan sering disebut sebagai dwi tunggal.
Perubahan sosial dan kebudayaan adalah peristiwa terjadinya perubahan berubahnya struktur sosial dan pola budaya pada masyarakat. Perubahan sosial dan kebudayaan adalah gejala umum yang terjadi sepanjang masa. Perubahan ini dapat terjadi karena adanya hakikat dan sifat dasar manusia yang selalu menginginkan adanya perubahan.
Unsur-unsur kebudayaan
Kebudayaan memiliki unsur-unsur yang universal, yaitu unsur-unsur dasar yang umum dijumpai pada setiap kebudayaan di mana pun di dunia ini. Unsur-unsur kebudayaan yang bersifat universal meliputi tujuh unsur, yaitu
a. Bahasa
b. Sistem pengetahuan
c. Sistem organisasi sosial
d. Sistem teknologi
e. Sistem mata pencaharian
f. Sistem religi atau kepercayaan
g. Kesenian
Faktor-faktor yang menyebabkan perubahan sosial dan budaya
Kehidupan sosial dan budaya masyarakat Indonesia bersifat dinamis, yaitu selalu berubah dan berkembang sejalan dengan perubahan pola fikir dan cara hidup manusia. Perubahan sosial dan budaya masyarakat dapat terjadi karena faktor-faktor yang berasal dari dalam masyarakat itu sendiri ataupun yang berasal dari luar masyarakat.
a. Faktor-faktor yang berasal dari dalam masyarakat
1. Bertambah dan berkurangnya jumlah penduduk
2. Penemuan-penemuan baru (inovasi)
3. Konflik (pertentangan) dalam masyarakat
4. Terjadinya pembrontakan (revolusi) dalam masyarakat
b. Faktor-faktor yang berasal dari luar masyarakat
1. Perubahan lingkungan alam
2. Terjadinya peperangan dengan Negara lain
3. Pengaruh kebudayaan masyarakat lain
4. Difusi kebudayaan
- Difusi kebudayaan
- Akulturasi
- Asimilasi
Hubungan antara perubahan sosial dan perubahan kebudayaan
Hubungan antara perubahan sosial dan perubahan kebudayan sangatlah erat. Dalam kehidupan sehari-hari sangatlah sukar untuk menentukan garis pemisah antara perubahan sosial dan perubahan kebudayaan. Akan tetapi, dalam kenyataan sehari-hari dapat kita lihat bahwa perubahan kebudayaan tidak selamanya diikuti oleh perubahan sosial. Sebaliknya, sulit membayangkan terjadinya perubahan sosial tanpa didahului oleh suatu perubahan kebudayaan.
Akibat perubahan sosial
1. Timbulnya masalah sosial
2. Timbulnya perubahan sikap hidup
3. Timbulnya krisis masyarakat
Sumber :
1. Anam, Choirul, dkk, Geografi, Yudhistira, Jakarta, 2001
2. http://Id.wikipedia.org/wiki/Perubahan_sos.
Tema : Bebas
“Perubahan Sosial dan Kebudayaan”
Perubahan kebudayaan adalah perubahan yang terjadi pada unsur-unsur kebudayaan karena adanya perubahan pola berfikir masyarakat Indonesia yang menjadi pendukung kebudayaan. Kebudayaan dan masyarakat mempunyai hubungan yang sangat erat. Masyarakat tidak mungkin hidup tanpa kebudayaan dan kebudayaan hanya mungkin ada dalam masyarakat sehingga masyarakat dan kebudayaan sering disebut sebagai dwi tunggal.
Perubahan sosial dan kebudayaan adalah peristiwa terjadinya perubahan berubahnya struktur sosial dan pola budaya pada masyarakat. Perubahan sosial dan kebudayaan adalah gejala umum yang terjadi sepanjang masa. Perubahan ini dapat terjadi karena adanya hakikat dan sifat dasar manusia yang selalu menginginkan adanya perubahan.
Unsur-unsur kebudayaan
Kebudayaan memiliki unsur-unsur yang universal, yaitu unsur-unsur dasar yang umum dijumpai pada setiap kebudayaan di mana pun di dunia ini. Unsur-unsur kebudayaan yang bersifat universal meliputi tujuh unsur, yaitu
a. Bahasa
b. Sistem pengetahuan
c. Sistem organisasi sosial
d. Sistem teknologi
e. Sistem mata pencaharian
f. Sistem religi atau kepercayaan
g. Kesenian
Faktor-faktor yang menyebabkan perubahan sosial dan budaya
Kehidupan sosial dan budaya masyarakat Indonesia bersifat dinamis, yaitu selalu berubah dan berkembang sejalan dengan perubahan pola fikir dan cara hidup manusia. Perubahan sosial dan budaya masyarakat dapat terjadi karena faktor-faktor yang berasal dari dalam masyarakat itu sendiri ataupun yang berasal dari luar masyarakat.
a. Faktor-faktor yang berasal dari dalam masyarakat
1. Bertambah dan berkurangnya jumlah penduduk
2. Penemuan-penemuan baru (inovasi)
3. Konflik (pertentangan) dalam masyarakat
4. Terjadinya pembrontakan (revolusi) dalam masyarakat
b. Faktor-faktor yang berasal dari luar masyarakat
1. Perubahan lingkungan alam
2. Terjadinya peperangan dengan Negara lain
3. Pengaruh kebudayaan masyarakat lain
4. Difusi kebudayaan
- Difusi kebudayaan
- Akulturasi
- Asimilasi
Hubungan antara perubahan sosial dan perubahan kebudayaan
Hubungan antara perubahan sosial dan perubahan kebudayan sangatlah erat. Dalam kehidupan sehari-hari sangatlah sukar untuk menentukan garis pemisah antara perubahan sosial dan perubahan kebudayaan. Akan tetapi, dalam kenyataan sehari-hari dapat kita lihat bahwa perubahan kebudayaan tidak selamanya diikuti oleh perubahan sosial. Sebaliknya, sulit membayangkan terjadinya perubahan sosial tanpa didahului oleh suatu perubahan kebudayaan.
Akibat perubahan sosial
1. Timbulnya masalah sosial
2. Timbulnya perubahan sikap hidup
3. Timbulnya krisis masyarakat
Sumber :
1. Anam, Choirul, dkk, Geografi, Yudhistira, Jakarta, 2001
2. http://Id.wikipedia.org/wiki/Perubahan_sos.
Perubahan Sosial dan Kebudayaan
Tugas Softskil Minggu ke-4
Tema : Bebas
“Perubahan Sosial dan Kebudayaan”
Perubahan kebudayaan adalah perubahan yang terjadi pada unsur-unsur kebudayaan karena adanya perubahan pola berfikir masyarakat Indonesia yang menjadi pendukung kebudayaan. Kebudayaan dan masyarakat mempunyai hubungan yang sangat erat. Masyarakat tidak mungkin hidup tanpa kebudayaan dan kebudayaan hanya mungkin ada dalam masyarakat sehingga masyarakat dan kebudayaan sering disebut sebagai dwi tunggal.
Perubahan sosial dan kebudayaan adalah peristiwa terjadinya perubahan berubahnya struktur sosial dan pola budaya pada masyarakat. Perubahan sosial dan kebudayaan adalah gejala umum yang terjadi sepanjang masa. Perubahan ini dapat terjadi karena adanya hakikat dan sifat dasar manusia yang selalu menginginkan adanya perubahan.
Unsur-unsur kebudayaan
Kebudayaan memiliki unsur-unsur yang universal, yaitu unsur-unsur dasar yang umum dijumpai pada setiap kebudayaan di mana pun di dunia ini. Unsur-unsur kebudayaan yang bersifat universal meliputi tujuh unsur, yaitu
a. Bahasa
b. Sistem pengetahuan
c. Sistem organisasi sosial
d. Sistem teknologi
e. Sistem mata pencaharian
f. Sistem religi atau kepercayaan
g. Kesenian
Faktor-faktor yang menyebabkan perubahan sosial dan budaya
Kehidupan sosial dan budaya masyarakat Indonesia bersifat dinamis, yaitu selalu berubah dan berkembang sejalan dengan perubahan pola fikir dan cara hidup manusia. Perubahan sosial dan budaya masyarakat dapat terjadi karena faktor-faktor yang berasal dari dalam masyarakat itu sendiri ataupun yang berasal dari luar masyarakat.
a. Faktor-faktor yang berasal dari dalam masyarakat
1. Bertambah dan berkurangnya jumlah penduduk
2. Penemuan-penemuan baru (inovasi)
3. Konflik (pertentangan) dalam masyarakat
4. Terjadinya pembrontakan (revolusi) dalam masyarakat
b. Faktor-faktor yang berasal dari luar masyarakat
1. Perubahan lingkungan alam
2. Terjadinya peperangan dengan Negara lain
3. Pengaruh kebudayaan masyarakat lain
4. Difusi kebudayaan
- Difusi kebudayaan
- Akulturasi
- Asimilasi
Hubungan antara perubahan sosial dan perubahan kebudayaan
Hubungan antara perubahan sosial dan perubahan kebudayan sangatlah erat. Dalam kehidupan sehari-hari sangatlah sukar untuk menentukan garis pemisah antara perubahan sosial dan perubahan kebudayaan. Akan tetapi, dalam kenyataan sehari-hari dapat kita lihat bahwa perubahan kebudayaan tidak selamanya diikuti oleh perubahan sosial. Sebaliknya, sulit membayangkan terjadinya perubahan sosial tanpa didahului oleh suatu perubahan kebudayaan.
Akibat perubahan sosial
1. Timbulnya masalah sosial
2. Timbulnya perubahan sikap hidup
3. Timbulnya krisis masyarakat
Sumber :
1. Anam, Choirul, dkk, Geografi, Yudhistira, Jakarta, 2001
2. http://Id.wikipedia.org/wiki/Perubahan_sos.
Tema : Bebas
“Perubahan Sosial dan Kebudayaan”
Perubahan kebudayaan adalah perubahan yang terjadi pada unsur-unsur kebudayaan karena adanya perubahan pola berfikir masyarakat Indonesia yang menjadi pendukung kebudayaan. Kebudayaan dan masyarakat mempunyai hubungan yang sangat erat. Masyarakat tidak mungkin hidup tanpa kebudayaan dan kebudayaan hanya mungkin ada dalam masyarakat sehingga masyarakat dan kebudayaan sering disebut sebagai dwi tunggal.
Perubahan sosial dan kebudayaan adalah peristiwa terjadinya perubahan berubahnya struktur sosial dan pola budaya pada masyarakat. Perubahan sosial dan kebudayaan adalah gejala umum yang terjadi sepanjang masa. Perubahan ini dapat terjadi karena adanya hakikat dan sifat dasar manusia yang selalu menginginkan adanya perubahan.
Unsur-unsur kebudayaan
Kebudayaan memiliki unsur-unsur yang universal, yaitu unsur-unsur dasar yang umum dijumpai pada setiap kebudayaan di mana pun di dunia ini. Unsur-unsur kebudayaan yang bersifat universal meliputi tujuh unsur, yaitu
a. Bahasa
b. Sistem pengetahuan
c. Sistem organisasi sosial
d. Sistem teknologi
e. Sistem mata pencaharian
f. Sistem religi atau kepercayaan
g. Kesenian
Faktor-faktor yang menyebabkan perubahan sosial dan budaya
Kehidupan sosial dan budaya masyarakat Indonesia bersifat dinamis, yaitu selalu berubah dan berkembang sejalan dengan perubahan pola fikir dan cara hidup manusia. Perubahan sosial dan budaya masyarakat dapat terjadi karena faktor-faktor yang berasal dari dalam masyarakat itu sendiri ataupun yang berasal dari luar masyarakat.
a. Faktor-faktor yang berasal dari dalam masyarakat
1. Bertambah dan berkurangnya jumlah penduduk
2. Penemuan-penemuan baru (inovasi)
3. Konflik (pertentangan) dalam masyarakat
4. Terjadinya pembrontakan (revolusi) dalam masyarakat
b. Faktor-faktor yang berasal dari luar masyarakat
1. Perubahan lingkungan alam
2. Terjadinya peperangan dengan Negara lain
3. Pengaruh kebudayaan masyarakat lain
4. Difusi kebudayaan
- Difusi kebudayaan
- Akulturasi
- Asimilasi
Hubungan antara perubahan sosial dan perubahan kebudayaan
Hubungan antara perubahan sosial dan perubahan kebudayan sangatlah erat. Dalam kehidupan sehari-hari sangatlah sukar untuk menentukan garis pemisah antara perubahan sosial dan perubahan kebudayaan. Akan tetapi, dalam kenyataan sehari-hari dapat kita lihat bahwa perubahan kebudayaan tidak selamanya diikuti oleh perubahan sosial. Sebaliknya, sulit membayangkan terjadinya perubahan sosial tanpa didahului oleh suatu perubahan kebudayaan.
Akibat perubahan sosial
1. Timbulnya masalah sosial
2. Timbulnya perubahan sikap hidup
3. Timbulnya krisis masyarakat
Sumber :
1. Anam, Choirul, dkk, Geografi, Yudhistira, Jakarta, 2001
2. http://Id.wikipedia.org/wiki/Perubahan_sos.
Selasa, 23 Februari 2010
Dampak Globalisasi pada berbagai bidang kehidupan
Tugas Softskil minggu ke-3
Tema : Globalisasi dan Pengaruhnya terhadap Kehidupan Masyarakat Indonesia
“Dampak Globalisasi”
pada berbagai bidang kehidupan
Globalisasi menunjuk pada proses makin menguatnya kesadaran mengenai dunia sebagai satu kesatuan. Sedangkan era globalisasi merupakan zaman di mana pengaruh antanegara di dunia ini cepat menyebar. Di era globalisasi ini jika ada kejadian atau peristiwa di suatu wilayah, maka berpengaruh pula terhadap wilayah lain.
Globalisasi telah mampu mendorong terjadinya perubahan dunia. Globalisasi ditandai dengan menyatunya perekonomian nasional dengan perekonomian dunia. Proses globalisasi diyakini akan memberikan keuntungan bagi Negara-negara yang terlibat di dalamnya. Adanya globalisasi akan mendorong Negara untuk mengekspor apa yang mereka produksi dan mengimpor apa yang tidak mereka produksi. Negara Indonesia juga berperan serta dalam era globalisasi.
Globalisasi dapat berarti peningkatan keterkaitan dan ketergantungan antarbangsa dan antarmanusia di seluruh dunia. Globalisasi dapat terjadi melalui perdagangan, investasi, perjalanan, dan kebudayaan.
Adanya globalisasi mampu membuat dunia tampak sempit, dahulu apabila kita akan menonton siaran sepak bola kita harus ke negarayang mengadakan pertandingan. Tapi sekarang kita tidak perlu kemana-mana, kita cukup melihat di televisi. Ketika akan menghubungi seseorang kita harus bertemu dengan orang tersebut, tetapi sekarang dengan adanya pesawat telepon kita tidak perlu bertemu langsung cukup berbicara melalui telepon saja. Adanya globalisasi membawa manfaat bagi umat manusia tetapi juga dampak buruknya.
Dampak Globalisasi pada bidang Ideologi
a. Dampak positif :
Membuat pemahaman dan pengamalan Pancasila selalu berkembang seiring dengan perkembangan zaman.
b. Dampak negatif :
Globalisasi mampu meyakinkan kepada sementara masyarakat Indonesia bahwa liberalism dapa membawa manusia kearah kemajuan dan kemakmuran. Tuntutan kehidupan yang demokratis, kebebasan yang luas, hak asasi manusia, serta keterbukaan dalam berbagai bidang kehidupan seperti di Negara-negara Barat, kemungkinan akan menggoyahkan pandangan hidup dan dasar Negara Pancasila.
Hal ini akan mempengaruhi pikiran sebagian masyarakat Indonesia sehingga bias tertarik dengan ideologi bangsa lain, ditambah bangsa Indonesia sedang menghadapi krisis dan kesulitan hidup berkepanjangan, tidak menutup kemungkinan sebagian masyarakat akan berpaling dari ideologi Pancasila dan mencari alternatif ideologi lain seperti halnya liberalisme.
Dampak Globalisasi pada bidang Politik
a. Dampak positif :
Menawarkan kehidupan politik yang demokratis, dengan mengutamakan keterbukaan, jaminan hak asasi, dan kebebasan, berpengaruh kuat terhadap pikiran maupun kemauan bangsa Indonesia.
b. Dampak negatif :
Adanya ancaman disintegrasi bangsa dan Negara yang akan menggoyahkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Dampak Globalisasi pada bidang Sosial
a. Dampak positif :
Para generasi bangsa mampu mendapatkan sarana-sarana yang memungkinkan mereka memperoleh informasi dan berhubungan dengan lebih efisien dengan jangkauan yang lebih luas.
b. Dampak negatif :
Generasi muda yang tidak siap akan adanya informasi dengan sumber daya yang rendah akan meniru hal-hal yang tidak baik seperti adanya bentuk-bentuk kekerasan, tawuran, melukis di tembok-tembok, dan lain-lain.
Dampak Globalisasi pada bidang Ekonomi
a. Dampak positif :
Mampu memacu produktivitas dan inovasi para pelaku ekonomi agar produk yang dihasilkan mampu bersaing dengan produk-produk yang lain.
b. Dampak negatif :
Menimbulkan sifat konsumerisme di kalangan generasi muda.
Dampak Globalisasi pada bidang Budaya
a. Dampak positif :
Adanya rasa solidaritas social yang tinggi antarbangsa di berbagai Negara.
b. Dampak negatif :
Segi budaya merupakan segi yang paling rentan terkena dampak negatifnya. Bentuk informasi dan sarana yang dapat diterima dengan bebas mampu mempengaruhi pola bertindak dan berfikir generasi muda.
Sumber :
1. Indrastuti, dkk, Ilmu Pengetahuan Sosial, PT Hamudha Prima Media, Jakarta, 2008.
2. Suprapto, dkk, Pendidikan Kewarganegaraan, Bumi Aksara, Jakarta, 2007.
3. http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Globalisasi&action=edit
Tema : Globalisasi dan Pengaruhnya terhadap Kehidupan Masyarakat Indonesia
“Dampak Globalisasi”
pada berbagai bidang kehidupan
Globalisasi menunjuk pada proses makin menguatnya kesadaran mengenai dunia sebagai satu kesatuan. Sedangkan era globalisasi merupakan zaman di mana pengaruh antanegara di dunia ini cepat menyebar. Di era globalisasi ini jika ada kejadian atau peristiwa di suatu wilayah, maka berpengaruh pula terhadap wilayah lain.
Globalisasi telah mampu mendorong terjadinya perubahan dunia. Globalisasi ditandai dengan menyatunya perekonomian nasional dengan perekonomian dunia. Proses globalisasi diyakini akan memberikan keuntungan bagi Negara-negara yang terlibat di dalamnya. Adanya globalisasi akan mendorong Negara untuk mengekspor apa yang mereka produksi dan mengimpor apa yang tidak mereka produksi. Negara Indonesia juga berperan serta dalam era globalisasi.
Globalisasi dapat berarti peningkatan keterkaitan dan ketergantungan antarbangsa dan antarmanusia di seluruh dunia. Globalisasi dapat terjadi melalui perdagangan, investasi, perjalanan, dan kebudayaan.
Adanya globalisasi mampu membuat dunia tampak sempit, dahulu apabila kita akan menonton siaran sepak bola kita harus ke negarayang mengadakan pertandingan. Tapi sekarang kita tidak perlu kemana-mana, kita cukup melihat di televisi. Ketika akan menghubungi seseorang kita harus bertemu dengan orang tersebut, tetapi sekarang dengan adanya pesawat telepon kita tidak perlu bertemu langsung cukup berbicara melalui telepon saja. Adanya globalisasi membawa manfaat bagi umat manusia tetapi juga dampak buruknya.
Dampak Globalisasi pada bidang Ideologi
a. Dampak positif :
Membuat pemahaman dan pengamalan Pancasila selalu berkembang seiring dengan perkembangan zaman.
b. Dampak negatif :
Globalisasi mampu meyakinkan kepada sementara masyarakat Indonesia bahwa liberalism dapa membawa manusia kearah kemajuan dan kemakmuran. Tuntutan kehidupan yang demokratis, kebebasan yang luas, hak asasi manusia, serta keterbukaan dalam berbagai bidang kehidupan seperti di Negara-negara Barat, kemungkinan akan menggoyahkan pandangan hidup dan dasar Negara Pancasila.
Hal ini akan mempengaruhi pikiran sebagian masyarakat Indonesia sehingga bias tertarik dengan ideologi bangsa lain, ditambah bangsa Indonesia sedang menghadapi krisis dan kesulitan hidup berkepanjangan, tidak menutup kemungkinan sebagian masyarakat akan berpaling dari ideologi Pancasila dan mencari alternatif ideologi lain seperti halnya liberalisme.
Dampak Globalisasi pada bidang Politik
a. Dampak positif :
Menawarkan kehidupan politik yang demokratis, dengan mengutamakan keterbukaan, jaminan hak asasi, dan kebebasan, berpengaruh kuat terhadap pikiran maupun kemauan bangsa Indonesia.
b. Dampak negatif :
Adanya ancaman disintegrasi bangsa dan Negara yang akan menggoyahkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Dampak Globalisasi pada bidang Sosial
a. Dampak positif :
Para generasi bangsa mampu mendapatkan sarana-sarana yang memungkinkan mereka memperoleh informasi dan berhubungan dengan lebih efisien dengan jangkauan yang lebih luas.
b. Dampak negatif :
Generasi muda yang tidak siap akan adanya informasi dengan sumber daya yang rendah akan meniru hal-hal yang tidak baik seperti adanya bentuk-bentuk kekerasan, tawuran, melukis di tembok-tembok, dan lain-lain.
Dampak Globalisasi pada bidang Ekonomi
a. Dampak positif :
Mampu memacu produktivitas dan inovasi para pelaku ekonomi agar produk yang dihasilkan mampu bersaing dengan produk-produk yang lain.
b. Dampak negatif :
Menimbulkan sifat konsumerisme di kalangan generasi muda.
Dampak Globalisasi pada bidang Budaya
a. Dampak positif :
Adanya rasa solidaritas social yang tinggi antarbangsa di berbagai Negara.
b. Dampak negatif :
Segi budaya merupakan segi yang paling rentan terkena dampak negatifnya. Bentuk informasi dan sarana yang dapat diterima dengan bebas mampu mempengaruhi pola bertindak dan berfikir generasi muda.
Sumber :
1. Indrastuti, dkk, Ilmu Pengetahuan Sosial, PT Hamudha Prima Media, Jakarta, 2008.
2. Suprapto, dkk, Pendidikan Kewarganegaraan, Bumi Aksara, Jakarta, 2007.
3. http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Globalisasi&action=edit
Selasa, 16 Februari 2010
Ludruk Surabaya
Tugas Softskil Minggu ke-2
Tema : Kebudayaan asli daerah Surabaya, Jawa Timur
Ludruk Surabaya
Salah satu kebudayaan asli dari daerah Surabaya adalah Ludruk. Ludruk adalah pementasan drama yang bersifat tradisional yang dimainkan oleh kelompok kesenian diatas panggung. Cerita dari sebuah pementasan ludruk berasal dari kehidupan masyarakat sehari-hari, cerita perjuangan, dan lain sebagainya yang disertai dengan lawakan para pemainnya. Pementasan drama ludruk juga diiringi dengan iringan musik gamelan.
Dialog yang digunakan dalam pementasan ludruk sangan menghibur sehingga membuat para penontonnya tertawa. Dialog yang digunakan dalam pementasan ludruk menggunakan bahasa khas dari Surabaya. Bahasa yang sederhana para pemain ludruk membuat mudah dimengerti para penontonnya.
Tari Remo (Ngremo)
Pementasan drama ludruk Surabaya dimulai dengan tarian adat yang dikenal dengan nama tari Remo. Tari Remo atau Ngremo terkenal pada tahun 1890 bersamaan dengan didirikannya perkumpulan teater ludruk oleh seseorang yang bernama Gangsar dari Jombang.
Tari Ngremo merupakan tari tunggal yang dibawakan oleh seorang laki-laki yang berpakaian perempuan. Ciri khusus tarian ini terletak pada lemparan selendang dengan iringan gending yang melambangkan watak orang Jawa Timur yang spontan dan suka berterus terang.
Pementasan ini juga disisipkan dengan pementasan seorang tokoh yang bernama “Pak Sakera”. Tokoh ini merupakan seorang jagoan yang berasal dari daerah Madura.
Pementasan drama tradisional ludruk Surabaya berbeda dengan pementasan drama ketoprak dari Jawa Tengah. Pementasan drama ketoprak mempunyai cerita yang berbeda dengan pementasan ludruk. Jika pada pementasan ludruk Surabaya cerita diambil dari kehidupan masyarakat sehari-hari atau cerita dari kehidupan orang kecil, cerita pada sebuah pementasan drama ketoprak berasal dari kisah zaman dahulu, baik yang berupa cerita sejarah maupun cerita yang berbentuk dongeng dan bersifat menyampaikan pesan.
Arti kata “Ludruk”
Dari hasil penelitian Suripan Sadi Hutomo, menurut kamus javanansch Nederduitssch Woordenboek karya Gencke dan T Roorda tahun 1847, Ludruk dapat berarti Grappermaker atau yang dapat diartikan sebagai badutan. Namun ada sumber lain yang mengartikan ludruk dengan penari wanita dan badhut yang dapat berarti pelawak yang terdapat pada karya WJS Poerwadarminta, Bpe Sastra tahun 1930.
Sedangkan menurut S.Wojowasito pada tahun 1984 kata badhut sudah dikenal oleh masyarakat jawa timur sejak tahun 760 masehi di masa kerajaan Kanyuruhan Malan dengan rajanya Gjayana, seorang seniman tari yang meninggalkan kenangan berupa candi Badhut.
Sejarah terbentuknya “Ludruk”
Kesenian drama tradisional ludruk Surabaya mulai terbentuk dari sebuah kesenian ngamen di jalanan. Kesenian ngamen ini berisi syair-syair dan pikulan music sederhana. Seseorang yang memulai terbentuknya kesenian ludruk ini bernama pak Santik. Pak Santik berteman dengan pak Pono dan pak Amir. Mereka mengamen berkeliling dari desa satu ke desa yang lainnya.
Pak Pono menggunakan pakaian wanita dan wajahnya dihiasi dengan coret coretan sehingga terlihat lucu. Pada saat itulah penunton mengucapkan kata “Wong Lorek”, karena variasi dalam menggunakan bahasa jawa akhirnya kata “Lorek” lambat laun berubah menjadi kata “Lerok”.
Referensi :
1. Agustiawati, Hetty, dkk, Seni Budaya dan Keterampilan, CV Bina Pustaka, Bogor, 2006.
2. http://www.wikipedia.org/wiki/Ludruk
3. http://www.unit.itb.ac.id/~loedroek/
Tema : Kebudayaan asli daerah Surabaya, Jawa Timur
Ludruk Surabaya
Salah satu kebudayaan asli dari daerah Surabaya adalah Ludruk. Ludruk adalah pementasan drama yang bersifat tradisional yang dimainkan oleh kelompok kesenian diatas panggung. Cerita dari sebuah pementasan ludruk berasal dari kehidupan masyarakat sehari-hari, cerita perjuangan, dan lain sebagainya yang disertai dengan lawakan para pemainnya. Pementasan drama ludruk juga diiringi dengan iringan musik gamelan.
Dialog yang digunakan dalam pementasan ludruk sangan menghibur sehingga membuat para penontonnya tertawa. Dialog yang digunakan dalam pementasan ludruk menggunakan bahasa khas dari Surabaya. Bahasa yang sederhana para pemain ludruk membuat mudah dimengerti para penontonnya.
Tari Remo (Ngremo)
Pementasan drama ludruk Surabaya dimulai dengan tarian adat yang dikenal dengan nama tari Remo. Tari Remo atau Ngremo terkenal pada tahun 1890 bersamaan dengan didirikannya perkumpulan teater ludruk oleh seseorang yang bernama Gangsar dari Jombang.
Tari Ngremo merupakan tari tunggal yang dibawakan oleh seorang laki-laki yang berpakaian perempuan. Ciri khusus tarian ini terletak pada lemparan selendang dengan iringan gending yang melambangkan watak orang Jawa Timur yang spontan dan suka berterus terang.
Pementasan ini juga disisipkan dengan pementasan seorang tokoh yang bernama “Pak Sakera”. Tokoh ini merupakan seorang jagoan yang berasal dari daerah Madura.
Pementasan drama tradisional ludruk Surabaya berbeda dengan pementasan drama ketoprak dari Jawa Tengah. Pementasan drama ketoprak mempunyai cerita yang berbeda dengan pementasan ludruk. Jika pada pementasan ludruk Surabaya cerita diambil dari kehidupan masyarakat sehari-hari atau cerita dari kehidupan orang kecil, cerita pada sebuah pementasan drama ketoprak berasal dari kisah zaman dahulu, baik yang berupa cerita sejarah maupun cerita yang berbentuk dongeng dan bersifat menyampaikan pesan.
Arti kata “Ludruk”
Dari hasil penelitian Suripan Sadi Hutomo, menurut kamus javanansch Nederduitssch Woordenboek karya Gencke dan T Roorda tahun 1847, Ludruk dapat berarti Grappermaker atau yang dapat diartikan sebagai badutan. Namun ada sumber lain yang mengartikan ludruk dengan penari wanita dan badhut yang dapat berarti pelawak yang terdapat pada karya WJS Poerwadarminta, Bpe Sastra tahun 1930.
Sedangkan menurut S.Wojowasito pada tahun 1984 kata badhut sudah dikenal oleh masyarakat jawa timur sejak tahun 760 masehi di masa kerajaan Kanyuruhan Malan dengan rajanya Gjayana, seorang seniman tari yang meninggalkan kenangan berupa candi Badhut.
Sejarah terbentuknya “Ludruk”
Kesenian drama tradisional ludruk Surabaya mulai terbentuk dari sebuah kesenian ngamen di jalanan. Kesenian ngamen ini berisi syair-syair dan pikulan music sederhana. Seseorang yang memulai terbentuknya kesenian ludruk ini bernama pak Santik. Pak Santik berteman dengan pak Pono dan pak Amir. Mereka mengamen berkeliling dari desa satu ke desa yang lainnya.
Pak Pono menggunakan pakaian wanita dan wajahnya dihiasi dengan coret coretan sehingga terlihat lucu. Pada saat itulah penunton mengucapkan kata “Wong Lorek”, karena variasi dalam menggunakan bahasa jawa akhirnya kata “Lorek” lambat laun berubah menjadi kata “Lerok”.
Referensi :
1. Agustiawati, Hetty, dkk, Seni Budaya dan Keterampilan, CV Bina Pustaka, Bogor, 2006.
2. http://www.wikipedia.org/wiki/Ludruk
3. http://www.unit.itb.ac.id/~loedroek/
Jumat, 12 Februari 2010
Aku dan Indonesiaku
Tugas Softskil Minggu ke-1
Tema : Aku bangga menjadi bangsa Indonesia
Aku dan Indonesiaku
Tanahku Indonesiaku………..
Bumiku Indonesiaku…………
Alamku Indonesiaku…………
Hijauku Indonesiaku…………
Langitku Indonesiaku ……….
Jiwaku Indonesiaku…………..
Tanah dimana teriakkan kecilku pecah menyambut dunia
Tanah dimana langitnya yang pertama kutatap
Tanah dimana aku jatuh, aku tumbuh, aku hidup
Tanahku Indonesiaku…………..
Bumi saat berpijak, menghela nafas
Bumi saat aku berjuang, menatap masa depan
Bumi saat aku menangis, tertawa, dan bahagia
Bumiku Indonesiaku…………….
Alam yang melimpah ruah terbentang luas nan lestari
Alam yang bagai surga firdaus yang anggun mempesona
Alam yang beryanyi dengan embun-embun yang menyelimutinya
Alamku Indonesiaku……………..
Hijau hutanku bagai lukisan zamrud khatulistiwa yang damai
Hijau tatapanku meraih senyum nan semerbak damai dihati
Hijau bangsaku dalam kesejukkan persatuan nan hakiki
Hijauku Indonesiaku…………….
Langitnya yang elok nan rupawan indahnya
Langitnya yang menampakkan keperkasaannya
Langitnya yang terbentang kokoh nan gagahnya
Langitku Indonesiaku……………..
Jiwa yang penuh semangat berjuang untuk kemajuan
Jiwa yang ramah dengan senyum yang riang dan hangat
Jiwa yang mengalir dalam kedamaian pada aliran nadi dan nafasku
Jiwaku Indonesiaku…………………
Inilah Negriku, Indonesia yang ku banggakan, Indonesiaku. Tempat aku dilahirkan tempat aku berjuang menatap masa depan, tempat aku bernafas. Tanahnya yang subur, rakyatnya yang makmur, sumber daya alamnya yang melimpah ruah, inilah bangsaku tercinta, Indonesiaku.
Indonesia adalah Negara kepulauan terbesar di dunia, terdiri lebih dari 17.508 pulau. Indonesia begitu kaya dengan keindahan alam yang indah dan menawan serta menakjubkan, beraneka ragam kebudayaan dan tempat-tempat bersejarah yang mengagumkan.
Semua inilah yang membuat hati ini begitu bangga terhadap bangsaku tercinta, Indonesia. Dengan itu aku mengagumi, berusaha menjaga, dan berjuang untuk kemajuan Indonesia. Inilah tugasku sebagai seorang anak bangsa dalam mengisi kemerdekaan. Inilah lanjutan perjuangan para pahlawan yang telah berhasil memerdekakan Indonesia. Indonesiaku aku bangga padamu…………
Referensi :
1. Sugeng, Rangkuman Pengetahuan Umum Lengkap, Aneka Ilmu, Semarang, 2004.
Tema : Aku bangga menjadi bangsa Indonesia
Aku dan Indonesiaku
Tanahku Indonesiaku………..
Bumiku Indonesiaku…………
Alamku Indonesiaku…………
Hijauku Indonesiaku…………
Langitku Indonesiaku ……….
Jiwaku Indonesiaku…………..
Tanah dimana teriakkan kecilku pecah menyambut dunia
Tanah dimana langitnya yang pertama kutatap
Tanah dimana aku jatuh, aku tumbuh, aku hidup
Tanahku Indonesiaku…………..
Bumi saat berpijak, menghela nafas
Bumi saat aku berjuang, menatap masa depan
Bumi saat aku menangis, tertawa, dan bahagia
Bumiku Indonesiaku…………….
Alam yang melimpah ruah terbentang luas nan lestari
Alam yang bagai surga firdaus yang anggun mempesona
Alam yang beryanyi dengan embun-embun yang menyelimutinya
Alamku Indonesiaku……………..
Hijau hutanku bagai lukisan zamrud khatulistiwa yang damai
Hijau tatapanku meraih senyum nan semerbak damai dihati
Hijau bangsaku dalam kesejukkan persatuan nan hakiki
Hijauku Indonesiaku…………….
Langitnya yang elok nan rupawan indahnya
Langitnya yang menampakkan keperkasaannya
Langitnya yang terbentang kokoh nan gagahnya
Langitku Indonesiaku……………..
Jiwa yang penuh semangat berjuang untuk kemajuan
Jiwa yang ramah dengan senyum yang riang dan hangat
Jiwa yang mengalir dalam kedamaian pada aliran nadi dan nafasku
Jiwaku Indonesiaku…………………
Inilah Negriku, Indonesia yang ku banggakan, Indonesiaku. Tempat aku dilahirkan tempat aku berjuang menatap masa depan, tempat aku bernafas. Tanahnya yang subur, rakyatnya yang makmur, sumber daya alamnya yang melimpah ruah, inilah bangsaku tercinta, Indonesiaku.
Indonesia adalah Negara kepulauan terbesar di dunia, terdiri lebih dari 17.508 pulau. Indonesia begitu kaya dengan keindahan alam yang indah dan menawan serta menakjubkan, beraneka ragam kebudayaan dan tempat-tempat bersejarah yang mengagumkan.
Semua inilah yang membuat hati ini begitu bangga terhadap bangsaku tercinta, Indonesia. Dengan itu aku mengagumi, berusaha menjaga, dan berjuang untuk kemajuan Indonesia. Inilah tugasku sebagai seorang anak bangsa dalam mengisi kemerdekaan. Inilah lanjutan perjuangan para pahlawan yang telah berhasil memerdekakan Indonesia. Indonesiaku aku bangga padamu…………
Referensi :
1. Sugeng, Rangkuman Pengetahuan Umum Lengkap, Aneka Ilmu, Semarang, 2004.
Langganan:
Postingan (Atom)